Sisi Lain AKB48 dan JKT48


Saya pernah merasa aneh saat menyadari kalau saya menyukai JKT48. Kemudian saya melihat teman-teman, ternyata bukan hanya saya sendiri yang suka. Di sini saya nggak mau nulis soal profil membernya, ataupun diskografinya, karena sudah banyak yang menulis itu di internet. Saya pengen nulis tentang JKT48 dari sudut pandang lain.

JKT48 adalah sister grup AKB48 dari Jepang. Bagi saya, JKT48 benar-benar anomali di dunia musik Indonesia. Karena sebelum kemunculannya, belum pernah ada grup musik yang berformat idol group seperti mereka itu. Bagi yang belum idol group itu apa, googling aja ya, saya males neranginnya hehe.

Dan yang paling menarik perhatian saya, justru adalah produser mereka, Yasushi Akimoto. Yasushi Akimoto pasti seorang yang jenius di dunia entertain. Berikut adalah alasan kenapa menurut saya Yasushi Akimoto adalah jenius.

Membuat Idola yang mudah tergantikan

Dengan kenyataan bahwa Asia sedang dikuasai grup-grup dari Korea, ternyata dia tidak dengan serta merta melakukan perlawanan dengan cara yang sama: membuat grup yang serupa, dengan personil-personil yang secara fisik cantik sempurna. Dia justru melakukan yang sebaliknya, mengaudisi gadis-gadis ‘biasa’ yang punya jiwa bintang dalam diri mereka. Kalau dalam buku Purple Cow-nya Seth godin, Yasushi Akimoto ini mengambil ceruk pasarnya sendiri.

Ada satu poin penting yang seharusnya tidak kita lupakan, bahwa ngefans AKB48 (dan sister-sister grup lainnya) serupa dengan ngefans sebuah klub sepakbola. Jadi misal ya, saya ngefans Chelsea. Entah Chelsea ganti jersey, ganti pemain atau ganti manajer, saya tetap fans Chelsea.

Begitu juga dengan AKB48. Kita tidak peduli siapa member yang ada di grup itu, selama grup itu masih bernama ‘AKB48’ kita masih akan tetap menyukainya.

Seperti misalnya, Atsuko Maeda sudah lama menjadi member terfavorit di AKB48, tapi ketika dia memutuskan untuk keluar (atau istilahnya graduate) tingkat kepopuleran AKB48 kelihatan tidak sedikitpun turun. Di sinilah letak kejeniusan Yasushi Akimoto. Dia berhasil menanamkan sebuah mindset ke para penggemar bahwa idola itu, bisa dengan mudah tergantikan. Dengan keberhasilannya itu, dia mempunyai kendali penuh atas grup idolnya. Misalnya saja ketika ada member yang membuat masalah, atau berselisih paham dengan manajemen (Cleopatra dengan manajemen JKT48, misalnya), dia bisa saja langsung mengeluarkan member itu dan dengan mudah mendapatkan penggantinya. Apalagi dengan audisi rutin yang biasa dia lakukan.

Beberapa keuntungan konsep ini:

  1. Basis Fans tidak akan berat ke satu member saja
  2. Member mudah digantikan
  3. Member mudah diatur
  4. Member nggak akan kebanyakan tingkah (banyak kan, kasus manajemen dan member yang berselisih paham. Hankyung dan SM Entertainment misalnya)
  5. Grup akan tetap populer walaupun membernya sudah banyak yang ganti

Bayangkan kalau hal itu terjadi di grup musik korea, yang notabene membernya sulit tergantikan. Misalnya saja, Yoona atau Yuri keluar dari SNSD, pasti akan ada reaksi hebat dari para penggemar. Para penggemar grup korea sudah ter-mindset bahwa melihat SNSD haruslah lengkap dengan sembilan anggota itu. Taeyeon-Yuri-Jessica-Tiffany-Soo Young-Sunny-Hyoyeon-Yoona-Seo Hyun. Tidak boleh kurang. Misalnya, ketika mereka konser di Tokyo beberapa waktu yang lalu, dan saat itu Soo young tidak hadir, karena sebelumnya kecelakaan, terasa ada yang ganjil dalam penampilan mereka. Ya ganjil, karena Soo Young tidak ada.

Hal serupa tak akan pernah kita temui di AKB48. Walau hanya sebagian member yang tampil, entah yang populer ataupun tidak, mereka tetap AKB48. Tak ada yang terasa kurang. Dengan sistem seperti ini, Yasushi Akimoto dapat mengambil job acara dalam waktu yang bersamaan sekaligus. Mungkin saja tim A live di satu stasiun TV, tim K konser di suatu kota, dan tim B live teater. Belum lagi dari sister grup lain.

Teater

Nggak bisa dipungkiri lagi, teater adalah salah satu brand unik yang dimiliki oleh AKB48. Teater adalah tempat rutin biasa menyajikan pertunjukan yang ditonton secara terbatas. Susunan lagu yang dinyanyikan, biasa disebut dengan set list. Set list yang sama akan di mainkan secara terus menerus sampai suatu hari digantikan oleh set list lain.

Apakah ini tidak beresiko membuat fans bosan?

Tidak. Sama sekali tidak.

Tanyakan pada penggemar AKB48 atau JKT48 yang sedang menonton teater, tentang berapa kali mereka menonton. Rata-rata dari mereka pasti menjawab kalau ini bukan kali pertama. Bahkan saya pernah menonton di TV seorng fans di wawancarai kaytanya pernah nonton teater 40an kali dengan set list yang sama. Gila bener.

Teater bagi saya adalah cara cerdas Yasushi Akimoto dalam memerangi pembajakan. Iya, mereka memang sudah mengeluarkan album, dan album itu sudah banyak dibajak (btw, saya juga nyimpen copiannya, hehe). Kalau mereka berkonsep seperti grup lain, SNSD misalnya, fans hanya akan berhenti saat mendapat CD mereka (entah asli atau tidak) dan cukup puas hanya dengan mendengarkan CD itu tiap hari.

Tapi Yasushi Akimoto memberikan pilihan lain: Teater, setiap hari lagi. Nggak akan ada player musik di rumah yang dapat mengalahkan rasanya pengalaman nonton teater secara live. Apalagi dengan rutinitas unik mereka, handshake (eh apasih namanya? Yang salaman-salaman abis teater itu?). Kali ini, Konsep ‘idola yang dapat kau temui setiap hari’ milik Yasushi Akimoto, memang terbukti jenius.

Merchandise

Ah, saya nggak bisa banyak komentar apa-apa lagi kalau soal yang satu ini. JKT48 mungkin adalah grup dengan penjualan merchandise ASLI terbaik di Indonesia saat ini. Hampir semua barang yang mereka jual habis dibeli para fans.

Mulai dari poster, kaos, gantungan kunci, sampai yang menurut saya paling absurd: photopack. Bagi yang belum tahu apa itu photopack, itu adalah semacam kartu dengan gambar para member. Dan yang menarik, photopack hanya dijual terbatas dan terbit setiap jangka waktu tertentu. Hal inilah yang membuatnya menjadi collectable item yang berharga. Padahal kalau dipikir-pikir lagi, dia kan cuma kertas yang di print poto -____-

Konsep Visual

Menurut saya, inilah salah satu kejeniusan terbaik Yasushi Akimoto. Yaitu tentang bagaimana dia membuat konsep visual untuk JKT48 (dan sister grup lainnya). Tidak seperti grup lain yang beranggotakan gadis bertubuh tinggi, seperti model, dan selalu berpenampilan modis dengan wardrobe yang mahal, JKT48 justru tampil sebagaimana layaknya anak-anak sekolah yang lagi manis-manisnya. Dan tentu saja, sulit bagi seorang cowok untuk tidak menyukai grup dengan konsep ini.

Selain itu, konsep unik tadi juga cukup sempurna untuk menutupi salah satu kekurangan yang saya pikir ada dalam JKT48: lirik lagunya amburadul. Lirik lagu mereka ini ibarat lirik AKB48 dalam Bahasa Jepang yang di translate pake google translate. Bener-bener nggak rapi. Saya berani bertaruh, para fans pasti akan mencemooh lagu-lagu ini kalau saja yang membawakan bukan JKT48.

Tapi tenang saja, Tuhan memang pandai dalam membolak-balikkan hati umatnya. Kalau kita sudah menyukai penampilannya, cepat atau lambat kita pasti suka dengan lagunya. Omong kosong lah kalau ada orang yang bilang kalau dia ngefans JKT48 karena lagunya, bukan orangnya.

Kita semua suka melihat penampilan mereka. JKT48, adalah hiburan visual, bukan audio.

Eh, tapi ngomong-ngomong, Jeje cakep banget ya :))

Advertisements

2 thoughts on “Sisi Lain AKB48 dan JKT48

  1. mhchoi91

    kalau menurutku sih.. 48 Family itu kan suatu company yah.. sama dengan SMTOWN. nah.. disini mungkin SNSD gak ‘mereinkarnasi’ member tapi SM lah yang mereinkarnasi grup. grup2 kpop lawas seperti H.O.T, shinhwa, dan S.E.S sudah pensiun dari SM tapi grup2 muda seperti SHINee, f(x) dan EXO siap menggantikan. seperti kita tau manajemen itu adalah bisnis, otak mereka itu adalah bagaimana untuk menghasilkan keuntungan yang sebanyak2nya. nah mungkin suatu saat TVXQ, SUJU & SNSD akan pensiun, tapi sptinya SMTOWN tidak akan mati. masih ada SHINee, f(x) & EXO dimana debut masing2 grup ini selalu menjadi euforia di kalangan publik. saya mengikuti kpop baru sejak 2010 lalu jd saya hanya bisa merasakan euforia debut EXO 2012 lalu & kesan pertama adalah.. seluruh fans SMTOWN seolah bersatu menantikan kehadiran si ‘adik baru’ dan di 2013 kepopularitasan grup anyaran ini seperti roket. 2014 para member pun membuat akun instagram yg dalam waktu +/- satu minggu langsung mendapatkan followers sebanyak 1 juta. cool.
    jd intinya.. SM mungkin akan kehilangan grup2 handalnya suatu hari nanti tapi SM gak akan merasa rugi karena ‘calon2 grup handal yang lain’ pun siap menggantikan dan uang mereka.. keuntungan mereka mereka tidak akan berhenti mengalir ^^ karena kita tau itulah yg dibutuhkan manajemen dalam berbisnis.. meraup laba.. bukan pertahanan produk atau semacamnya ^^ hehe 😀

    btw nice artikel.. saya tau konsep mereka unik.
    maaf kepanjangan komen.. anda share ttg apa yg anda tau.. saya share apa yg saya tau. thank you ^^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s