The Day

Beberapa hari yang lalu nenek saya meninggal.

Pagi itu Ibu saya menelpon, menyuruh saya buat cepet-cepet pulang. Setelah tahu alasan kenapa disuruh pulang segera, saya jadi diam beberapa saat. Rasanya ada tangan besar yang menampar wajah saya. Tamparan yang membuat sesuatu dalam diri saya hancur berkeping-keping, lalu kepingannya mulai bergerak menjalar ke seluruh tubuh.

Sakit.

Kemudian saya menjemput adik saya di kosannya, dan pulang berdua naik bus. Di bus itu, kami kebanyakan hanya diam saja. Nggak banyak omongan yang keluar dari mulut kami berdua di perjalanan hari itu. Jalanan cukup lengang, bus yang biasanya macet, hari itu lancar-lancar saja.

Mungkin, ini adalah satu-satunya perjalanan pulang ke rumah yang saya nggak pengen cepat sampai. Saya merasa nggak ingin pernah sampai saja. Saya merasa ingin selama mungkin berada di perjalanan.

Saya jadi memikirkan banyak hal.

Hal seperti, hidup ini mungkin esensinya adalah sebuah pengejaran. Mungkin saja saya dan jutaan orang lain di luar sana, setiap hari hidup dengan disibukkan dalam berbagai kegiatan. Dan entah apapun kegiatan itu, satu yang pasti, kita sedang mengejar sesuatu.

Setiap hari kita terus-terusan mengejar satu tujuan. Entah itu karir, benda, maupun seseorang. Sebagian orang berhasil. Sedangkan sebagian yang lainnya gagal. Tidak ada yang pasti dalam semua pengejaran tadi.

Dan ketika satu tujuan telah terpenuhi, kita akan membuat sebuah tujuan baru. Kita menjadi sangat kecanduan untuk selalu mengejar. Kita seperti mesin yang diset untuk bekerja dari pagi sampai sore, lima hari selama seminggu.

Dan yang akhirnya pasti akan kita dapat? Capek, pasti.

Saat ini, saya capek terus-terusan harus mengejar.

Saya pernah berhasil, saya pernah gagal. Saya jadi berpikir, kenapa kita tidak menikmati saja apa yang kita punya?

Kita punya banyak hal yang sudah miliki. Orang-orang yang menyayangi kita, misalnya. Tapi seringkali kita tidak memperhatikan mereka. Kita mengira, mereka akan selalu ada untuk kita. Selamanya.

Di buku Bryan S Turner, yang judulnya Relasi Agama dan Teori Sosial Kontemporer (yang saya beli diskonan) disebutkan bahwa kesadaran akan kematian, adalah penderitaan yang dimiliki manusia. Makhluk lain tidak memiliki itu, hewan misalnya. Mereka hidup tanpa pernah memikirkan makna. Kita beda. Dan itu menyakitkan.

Kita jadi hidup seakan berusaha untuk mencari jawaban akan keberadaan kita, eksistensi kita.

Saya seharusnya tidak perlu terlalu bersemangat mengejar apa-apa lagi. Saya sudah memiliki semuanya. Termasuk orang-orang yang menyayangi saya apa adanya. Nenek saya.

Saya merasa sudah menyia-nyiakan keberadaan nenek saya yang berharga.

Nenek saya bukan jenis nenek yang cuma kita temui sekali setahun pada saat lebaran. Saya sering kali mengunjungi dia kalau lagi pulang ke rumah. Kadang-kadang juga, beliau menelpon saya (yang seringkali saya malas untuk mengangkatnya).

Sesampainya saya di rumah nenek, semuanya sudah selesai. Para pelayat sudah pulang, hanya tinggal keluarga dan kerabat dekat yang masih ada. Saya terlambat. I even can’t see her for the last time.

Saya lupa kapan terakhir kali saya nangis. Saya jarang sekali menangis akhir-akhir ini. Dan hari itu, mata saya terasa panas dan berat. Saya nggak tahan.

Saya ingat saya pernah dimarahi nenek saya karena kebanyakan main, saya ingat saya pernah jatuh waktu naik motor waktu memboncengkan dia di jalan (yang kami malah ketawa-tawa aja) dan saya juga ingat pernah disuruh buat cepet nikah sama nenek saya, eentah apa maksudnya. Saya ingat semuanya.

Hari itu saya menginap di sana dua hari. Ada perasaan yang berbeda dibanding hari-hari kemarin saat saya di sana. Sudah jelas: nenek saya tidak berada di sana lagi.

Dan rumah itu, nggak akan pernah lagi terasa sama.

Advertisements

1 thought on “The Day

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s